June 12th, 2009

Anda ingin awet muda? Pasti semua orang pasti ingin tetap awet muda, hal ini dapat dilakukan dengan berbagai cara: selalu tersenyum (walaupun hati sedang sedih sekali), tidak cepat marah, berfikiran positif (walau suami pulang jam 12 malam juga harus berfikiran positif, mungkin lalu lintas macet, mobil mogok, HP lowbat jadi tidak dapat memberikan kabar ke rumah), mungkin apabila hal-hal tersebut sulit untuk dilakukan banyak orang yang menempuh cara paling gampang, pakai susuk.
Bunda, jangan sekali-sekali pakai susuk ya… pakai susuk itu haram. Kalau ingin awet muda masih banyak cara yang dapat dilakukan, salah satunya adalah dengan melakukan terapi magnetik.
Mengapa?
Karena menurut para ahli banyak sekali penyakit yang dapat diobati dengan melakukan terapi magnetik, dan menurut Laurance Johnston, Ph.D. popularitas dari terapi magnetik sebagai pengobatan alternative ini semakin meningkat setiap tahunnya.
Pengobatan dengan terapi magnetik bukannya pengobatan baru, bunda. Sebenarnya sudah lama magnet dijadikan alat untuk pengobatan oleh orang-orang dari Yahudi, Arab, India, Cina, Mesir, dan Yahudi.
Mengapa saya katakan melakukan terapi magnetik bisa membuat awet muda? Karena berbagai sumber mengatakan bahwa Cleopatra, si cantik jelita itu menggunakan magnet di dahinya agar awet muda. Bunda bisa cari di internet apa betul Cleopatra menggunakan magnet di dahi agar awet muda. Salah satu sumbernya yang bisa bunda baca adalah artikel yang ditulis oleh Laurance Johnston, Ph.D. yang berjudul “Magnetic Healing: What’s the Attraction?” (silahkan klik link yang ada untuk melihat artikel tersebut).
Saya sengaja mengutip artikel yang di tulis oleh Laurance Johnston, Ph.D. ini dibandingkan dengan artikel yang ditulis oleh yang lain salah satu alasannya adalah karena ia sudah memiliki gelar Ph.D., mereka yang sudah memiliki gelar Ph.D., tidak sembarangan dalam menuliskan sesuatu, apabila menuliskan sesuatu selalu menyebutkan sumber yang dapat dipercaya.
Untuk bisa mendapatkan manfaat seperti Cleopatra agar awet muda, anda dapat mengenakan magnet dekat otak secara magnetik peka terhadap kelenjar pineal (kelenjar di otak yang memproduksi melatonin). Anda bisa mengenakan produk-produk magnetik yang dapat ditaruh dekat dengan otak anda seperti bantal, topi atau jilbab awet muda bagi muslimah, yang hebatnya lagi terapi magnetik ini tidak memiliki efek samping walaupun digunakan dalam jangka panjang. Tidak salah apabila ada sebutan seperti ini “Magnetism is the King of all Secrets”.
Anda ingin juga ingin tetap awet muda? Silahkan lihat halaman produk terapi magnetik ini

 
June 3rd, 2009

Kerudung paris? Hmmm… lagi banyak yang pakai ya sekarang. Saya dengar-dengar yang bagus itu yang kerudung paris Jepang, lihatnya dari label yang ada di kerudungnya, ada tulisan made in Japan. Saya coba tanya-tanya ke tetangga saya yang keturunan Arab, karena bangsa mereka yang awalnya memakai kerudung dari katun paris Jepang ini.
Beberapa waktu sebelumnya saya juga sempat ngobrol-ngobrol sama teman kenapa ya si ibu Arab ini kalau pakai kerudung paris bisa tidak pakai peniti? Padahal kalau kita pakai kerudung (padahal kerudung paris juga namanya) tidak bisa kalau tidak pakai peniti, kalau tidak pakai peniti langsung melorot (bahasa apa ya, melorot?), maksudnya turun bu. Akhirnya kita berkesimpulan bahwa mungkin bentuk kepala dan wajah orang-orang Arab yang panjang menyebabkan kerudung paris atau katun paris tersebut jadi plek dipakainya di kepala, kalau orang Indonesia tidak mungkin deh bisa plek di kepala (kesimpulan yang sangat tidak rasional).
Kembali ke survey saya tentang kerudung paris Jepang atau katun paris Jepang, ternyata itu ada kisahnya. Katun paris Jepang (biasanya disebut kain fual) ini sebenarnya sudah lama ada di Indonesia sekitar 20 tahun yang lalu yang di impor dari Saudi Arabia oleh orang Arab di Indonesia (bapaknya importir ini masih berkewarganegaraan arab), awalnya bukan dipakai untuk kerudung tapi oleh orang keturunan Arab di Indonesia, namun lama kelamaan akhirnya dipakai sebagai kerudung karena bahannya yang sangat menyerap keringat, nyaman dan sangat mudah digunakan karena tidak licin. Jadilah perempuan keturunan Arab di Indonesia menggunakan kerudung paris ini.
Melihat pasarnya yang cukup besar akhirnya orang keturunan Arab yang tinggal di Indonesia ini (importir) bisa menembus pabriknya di Jepang (sebelumnya katun paris tersebut di impor dari Arab), dengan pembelian langsung ke Jepang tersebut menjadikan harga jual kerudung paris lebih murah walaupun importer tersebut harus membeli dalam jumlah yang sangat banyak. Sebelumnya memang hanya orang tertentu yang senang menggunakan kerudung paris tersebut (biasanya perempuan keturunan arab), tapi mungkin orang Indonesia melihat perempuan keturunan Arab memakai kerudung paris jadi cantik walaupun dengan make up sederhana jadilah trend di Indonesia, akhirnya sekarang banyak kerudung paris atau katun paris dari kw lokal, Malaysia, Jepang, Arab, kw1, kw2, macam-macam pokoknya. Padahal orang keturunan Arab di Indonesia tidak kenal yang namanya kw-kw tersebut, yang mereka kenal ya cuma kerudung paris yang di impor oleh orang keturunan Arab tersebut, katanya sih kalau sudah pakai kerudung paris Jepang tidak akan mau pakai kerudung paris jenis lain walau harganya jauh lebih murah. Karena mereka lebih memilih kenyamanan dalam berbusana muslim.
Akhirnya bisa terjawab kan, bahwa katun paris atau kerudung paris yang kita pakai memang berbeda kualitasnya dengan yang dipakai oleh wanita keturunan Arab di Indonesia.

Untuk membedakan antara kerudung paris Jepang yang benar-benar di impor dari Jepang dengan yang bukan, bisa klik link di sini: kerudung paris Jepang

Oleh: Tri Lestari

 
June 2nd, 2009

TIPS MEMBEDAKAN KERUDUNG PARIS JEPANG YANG ASLI

Bila kita membeli kerudung paris Jepang biasanya ditanya, mau kw1, kw2,, atau lainnya? Sebenarnya, kerudung paris Jepang itu merupakan bahan katun yang diproduksi di Jepang dan tidak ada kw1, kw2, yang ada hanyalah katun paris tersebut benar-benar asli buatan/diimpor dari Jepang atau tidak. Untuk membedakannya saya memiliki beberapa tips berikut:

Tips membedakan kerudung paris Jepang dengan kerudung paris lainnya:
1. Pada saat anda ingin membeli kerudung paris Jepang, rabalah bahannya. Kerudung paris Jepang yang berasal dari katun paris Jepang asli akan terasa lebih kesat karena persentase cotton yang lebih banyak dari polyester. Sedangkan yang bukan diimpor dari Jepang akan terasa lebih licin (ya tergantung dari kualitasnya, yang kw1, atau kw2).
2. Cobalah kerudung tersebut di taruh di atas kepala (kalau bisa dilakukan tanpa ada kerudung lain di kepala anda), maka kerudung tersebut akan terasa menempel di kepala (bahasa bebasnya sih “plek di kepala”). Berbeda dengan yang lain apabila di taruh di kepala akan terasa agak licin, akan sedikit turun bila di taruh di kepala..
3. yang ketiga, ini yang penting. Kerudung paris ini akan terlihat cantik apabila dikenakan dengan menaikkan salah satu sisi kerudung di atas kepala lalu diselipkan ujungnya di bagian dekat telinga seperti cara memakai kerudung orang keturunan Arab di Indonesia. Bila itu adalah kerudung paris Jepang asli, tanpa anda menggunakan peniti-pun kerudung bisa dipakai rapih, tidak turun-turun (kecuali bila sudah agak lama biasanya karena banyak gerak maka akan terasa sedikit longgar). Sedangkan kerudung paris yang bukan buatan Jepang agak repot pakainya, karena untuk dinaikkan di atas kepala, anda harus menyelipkan jarum di atas kepala supaya tidak turun-turun.
4. Kerudung paris Jepang yang asli labih besar daripada yang lainnya. Panjang dan lebarnya kira-kira 114 cm x 116-117cm (setelah di neci pinggirannya), sedangkan kerudung lainnya memiliki panjang dan lebar 114cm x 114cm (setelah di neci), karena pada saat membeli sebelum di neci biasanya kerudung paris tersebut sudah dipotong-potong dengan ukuran 115cm x 115cm. Hal ini juga yang menyebabkan kerudung yang bukan buatan Jepang apabila dinaikkan di atas kepala harus diselipkan jarum karena bahannya tidak cukup lebar untuk menyelipkan salah satu ujung kerudung ke dekat telinga.

Untuk melihat macam-macam kerudung paris silahkan klik di sini: kerudung paris

Fungsi Jilbab Magnet
Menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh dengan cara terapi magnetik. Jilbab magnet atau tudung magnet merupakan jilbab terapi magnetik, dapat mengurangi pusing, vertigo, migren.

Tips Merawat Jilbab Magnet:
1. Pakailah selalu jilbab magnet anda dalam keadaan rambut yang kering.
Hmmm…..jadi kalau tergesa-gesa mau berangkat kerja habis keramas jangan dipakai dulu ya jilbab magnetnya. Setelah sampai di kantor, rambutnya kering, baru jilbab magnetnya dipakai.
2. Cucilah selalu jilbab magnet dengan menggunakan sabun yang lunak.
3. Khusus untuk bagian pet-nya sikat satu arah dengan lembut.
4. Pada saat menjemur jilbab magnet, jangan ditempat yang panas, carilah tempat yang sejuk.
5. Cara menyetrika jilbab magnet adalah setrika semua bagian kecuali bagian pet-nya. Mengapa? Karena pada bagian pet itulah terdapat magnet-nya. Tapi biasanya jilbab tidak usah di setrika tidak apa-apa, kalau dipakai tidak akan terlihat kusut karena bahan jilbab tidak mudah kusut.
6. Penting! Cara melipat jilbab magnet adalah dengan melipat jilbab magnet dengan posisi magnet tidak saling menempel. Contoh melipatnya adalah seperti lipatan sewaktu anda pertama kali membeli jilbab magnet. Selain itu lipatan dengan posisi tersebut dapat menjaga bentuk pet tetap indah.

Waktu yang tepat menggunakan jilbab magnet:
- Pada saat berada di dalam mobil (terutama bila yang mengendarai tidak dapat rem dengan halus, sering mengakibatkan pusing dan mual. Insya Allah, pengalaman saya menggunakan jilbab magnet rasa pusing dan mual tersebut tidak terasa lagi)

- Pada saat berhubungan dengan peralatan elektronik (seperti HP, TV, terutama komputer).

- Ini yang penting, pada saat PUASA. Mengapa? Karena pada saat puasa keseimbangan tubuh kita sering terganggu, kekurangan oksigen, berkurangya aliran darah menuju otak sehingga sering menyebabkan konsentrasi sedikit menurun. Jilbab magnet ini membantu kita untuk menyeimbangkan kembali tubuh, meningkatkan oksigen dan aliran darah yang dapat membuat tubuh kita lebih semangat dalam menjalankan aktivitas.

Jilbab magnet untuk kesehatan ini merupakan hak paten dari PENIMO. Harga yang kami tawarkan sebagai berikut:
Pembelian Retail: Rp. 90,000
Pembelian 5 pcs: Rp. 85,000
Pembelian 10 pcs: Rp. 80,000
Untuk pemesanan lebih dari 20 pcs silahkan hubungi: 0815-1626088
atau email ke: tridamhudi@gmail.com
Kami akan mengirimkan harga grosir untuk anda .
Menerima pesanan untuk seragam jilbab untuk ibadah di tanah suci, pengajian, dll.
Untuk melihat produk jilbab magnet silahkan ke halaman jilbab magnet | tudung magnet

 
February 1st, 2009

Oleh : Tri Lestari

Pneumokokus ? wah istilah apalagi nih, apa sama dengan bolu kukus ?
Istilah yang satu ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan bolu kukus, atau brownies kukus. Istilah ini sekarang banyak terdengar walau kita tidak terlalu paham apa makna dari istilah Pneumokokus ini, dan yang mengerikannya pneumokokus ini dapat membunuh jutaan balita setiap tahunnya.
Pneumokokus(Streptococcus pneumoniae) ini sebenarnya adalah sejenis bakteri yang dapat menyebabkan penyakit-penyakit berbahaya, seperti : Meningitis, radang paru-paru (pneumonia), infeksi telinga tengah (Otitis Media) dan sepsis (infeksi darah). Kumpulan penyakit ini disebut dengan IPD (Invasive Pneumonia Disease), dan penyakit IPD ini dapat menyebabkan kematian dan cacat.
Poin-poin di bawah ini diharapkan dapat membantu bunda mengerti mengenai IPD ini.

Jika Pneumokokus adalah sejenis bakteri di mana bakteri ini hidup ?
Bakteri Pneumokokus(Streptococcus pneumoniae) ini hidup di dalam tenggorokan dan rongga hidung manusia, bahkan bakteri ini juga ada pada bayi yang baru lahir. Namun kondisi ini merupakan kondisi normal, kondisi yang alami dan tidak membahayakan tubuh, namun bakteri ini akan menjadi berbahaya bila masuk ke dalam sirkulasi darah, dan dapat mengakibatkan penyakit yang disebut IPD.

Siapa yang rentan terhadap penyakit IPD ini ?
Semakin muda umur anak maka semakin rentan anak tersebut terhadap penyakit ini, dan dari kebanyakan penderita penyakit ini adalah anak yang berusia di bawah 2 tahun. Namun penyakit ini perlu diwaspadai hingga anak tersebut berumur 5 tahun terutama yang baru sembuh dari sakit dan anak yang memiliki gangguan bawaan pada paru-paru karena mereka sangat rentan terhadap tertularnya penyakit ini.

Gejala apa yang timbul dari penyakit IPD ini ?
Gejala penyakit ini hampir sama dengan gejala penyakit ISPA lainnya, namun ada beberapa gejala yang dapat dijadikan acuan orangtua untuk segera membawa anaknya ke dokter, :
Gejala Pneumonia :
• Demam tinggi
• Batuk
• Rasa sakit di dada
• Sesak napas
• Merasa tidak enak badan atau lelah
• Menggigil
• Perut yang terasa sakit, dengan atau tanpa muntah

Gejala Meningitis :
• Gejala umum pada bayi : demam tinggi, kejang bahkan tidak sadarkan diri.
• Gejala khusus pada bayi : demam tinggi, rewel, gelisah, susah makan, tubuh lemah, interaksi terhadap rangsangan berkurang.
• Gejala khusus pada balita : demam tinggi diiringi kejang pada tengkuk, sakit kepala, mual, diikuti dengan kebingungan.

Gejala Sepsis :
• Kulit menjadi dingin dan lembab
• Denyut nadi lemah
• Kecepatan denyut jantung abnormal
• Napas cepat
• Tekanan darah turun
• Pengeluaran urin berkurang
• Perubahan mental akibat syok

Bagaimana pencegahan penyakit IPD ?
Untuk pencegahan penyakit IPD ini dapat dilakukan dengan memberikan vaksin IPD PCV-7 yang merupakan pembentuk kekebalan atau antibody pada anak. Dengan pemberian vaksin ini anak akan mendapatkan kekebalan terhadap 7 jenis bakteri Pneumokokus yang paling umum menyerang pada bayi dan anak.

Kapan sebaiknya pemberian vaksin tersebut dilaksanakan ?
Vaksin IPD sebaiknya diberikan sebelum anak berusia 2 tahun karena penderita IPD lebih banyak yang berusia kurang dari 2 tahun. Jarak pemberian vaksin adalah 2 bulan sekali (pada usia 2 bulan, 4 bulan, 6 bulan, dan 8 bulan). Vaksin dapat diberikan pada anak sebelum usia 4 tahun namun hanya diberikan 2 kali saja. Pemberian vaksin dapat dilakukan bersamaan dengan pemberian vaksin lainnya seperti DPT/Hib, Polio oral, hepatitis B, dan lain-lain.

Apakah anak akan mengalami panas setelah diberi vaksin ini ?
Ya, anak akan mengalami demam ringan, sedikit rewel, mengantuk atau mungkin justru tidak bisa tidur, nafsu makan berkurang, diare dan bengkak ataupun timbul kemerahan (rash) di area kulit yang disuntik. Sebaiknya setelah vaksin jangan langsung pulang, tunggu 15 menit untuk mengetahui reaksi yang terjadi pasca penyuntikan.

Oleh : Tri Lestari

Sumber : Buletin Ramsay Healthcare ”From Us” (Nara Sumber : dr. Nita Ratna Dewanti SpA)

 
January 31st, 2009

Oleh : Tri Lestari

DISTRESS pada anak, apa maksudnya sih ? Apa bedanya dengan stress ? Mungkin itu yang pertama kali terfikir saat mendengar kata “distress” ini. “Distress” adalah salah satu bentuk dari stress, maksudnya bagaimana ?
Begini, STRESS merupakan respon terhadap sebuah keadaan (R. Josephine, From Us;9) dan respon tersebut terdiri atas 2 respon saling berlawanan yang kita alami dari sebuah keadaan yaitu respon yang positif dan respon yang negative dan stress ini tidak hanya terjadi pada orang dewasa tetapi dapat terjadi juga pada anak.

Respon positif pada anak itu contohnya naik kelas, lulus ujian, diberi hadiah yang sudah lama diinginkan, dan segala sesuatu yang membuat anak senang, maka jenis stress yang disebabkan karena respon positif ini disebut dengan EUSTRESS , sedangkan yang contoh respon negative pada anak adalah kebalikan dari respon positif seperti orangtua yang bercerai, tidak naik kelas, dan segala hal yang dapat membuat anak sedih. Nah stress yang disebabkan karena respon negative inilah yang disebut dengan DISTRESS.
• Di lingkungan rumah : orangtua yang tidak perhatian, aturan yang terlalu berlebihan di rumah (orangtua yang terlalu defensive), volume suara orangtua yang terlalu tinggi saat marah, tidak memilki orang yang dapat diajak berbagi di rumah, memiliki rasa takut yang luar biasa (phobia), ada juga DISTRESS yang disebabkan karena anak tersebut terlalu jenius. DISTRESS yang disebabkan karena anak terlalu jenis menyebabkan anak berfikir bahwa hanya dialah yang paling benar dan biasanya anak dengan tipe DISTRESS sangat jarang terjadi dan tidak dapat sembuh hanya dengan 1 x konsultasi karena perlu mengerti jalan pikiran mereka.

• Di luar rumah : guru yang galak, pelajaran yang terlalu berat, teman yang senang berbuat jahat pada anak tersebut

GEJALA DISTRESS
Untuk dapat mengatasi masalah DISTRESS pada anak ini, orang tua perlu mengetahui bagaimana gejala dari DISTRESS tersebut, jangan sampai anak sudah mengalami DISTRESS namun orangtua hanya menganggap biasa dan akhirnya DISTRESS yang dialami oleh anak terabaikan oleh orang tua atau bisa juga DISTRESS yang dialami oleh anak diartikan lain oleh orangtua sehingga penanganan menjadi tidak tepat. Misalnya saja anak bayi yang tidak mau minum susu lalu diare, orang awam akan berfikiran bahwa anak bayi tersebut alergi minum susu, padahal diare tersebut bisa terjadi karena anak DISTRESS tidak mau minum susu bukan karena alergi. Hal ini disebabkan adanya “Mind Body Relationship” dimana fikiran akan berdampak pada pada badan yang akhirnya memberikan respon negative secara fisiologis.
Gejala DISTRESS pada anak mencirikan perilaku yang berbeda-beda pada setiap anak namun perilaku berikut dapat dijadikan acuan bahwa anak mengalami DISTRESS :
1. Tidak focus
2. Perilaku tidak sesuai (childish)
3. Mudah sakit
4. Mudah melawan orang tua
5. Berontak
6. Marah
7. Sedikit berlebihan
8. Prestasi akademik menurun
9. Mudah sakit perut
10. Withdraw, menarik diri, tidak dapat diajak berkomunikasi

CARA MENGATASI DISTRESS
1. Observasi
Untuk dapat mengatasi DISTRESS pada anak sebaiknya dilakukan observasi terlebih dahulu seperti sudah berapa lama DISTRESS tersebut dialami oleh anak dengan melihat gejala sebagai pola berulang yang dialami oleh anak. Misalnya saja gejala yang ditimbulkan adalah anak tidak mau berangkat ke sekolah, maka orang tua perlu mengingat sudah berapa lama hal tersebut terjadi untuk bisa mengatasi secara tepat DISTRESS yang dialami.
2. Temukan akar masalah
Setelah proses observasi dilakukan maka perlu dicari akar permasalahan dari DISTRESS yang dialami tersebut. Dengan DISTRESS yang menimbulkan gejala anak tidak mau berangkat sekolah, malas sekolah orang tua perlu melakukan konsultasi dengan guru di sekolah apa saja yang dilakukan oleh anak di sekolah, bermain dengan siapa saja, bagaimana perilakunya di sekolah,hal tersebut perlu dilakukan dengan teliti dan hati-hati agar permasalahan yang sesungguhnya dapat diketahui. Dengan gejala yang ditimbulkan berupa malasnya anak ke sekolah maka dan akar permasalahannya adalah adanya teman yang nakal di sekolah, maka orangtua dapat memberikan penanganan yang tepat atas DISTRESS yang dialami anak.
3. Buat Roleplay/bermain peran
Orangtua dapat membuat roleplay sebagai terapi, dimana orangtua berpura-pura menjadi seseorang, misalnya saja seperti contoh kasus di atas orang tua menjadi teman anak yang nakal dengan demikian orangtua dapat sedikit demi sedikit mengobati DISTRESS yang dialami anak.

EFEK DISTRESS PADA ANAK
Efek DISRESS pada anak bisa memberikan dampak positif dan negative. Dimana dampak positif yang dapat dialami misalnya terjadi pada anak yang orangtuanya gagal menjadi orangtua yang baik, bisa jadi hal tersebut memberikan dampak positif dimana anak akan menjadi lebih bijaksana dalam menilai kehidupan.
Sedangkan dampak negative yang mungkin terjadi adalah bahwa DISTRESS tersebut dapat menjadi bagian dairy kepribadian anak seperti menjadi penyendiri, pendendam, dan merasa tidak berguna.

TIPS AGAR ANAK TIDAK DISTRESS :
1. Jangan mendelegasikan semua tugas orangtua kepada baby sitter atau orang lain.
2. Jangan defensive, orangtua yang defensive belum tentu orangtua yang sempurna dibandingkan dengan orangtua yang dapat memberikan pilihan kepada anaknya.
3. DISTRESS dapat diminimalisir dengan memberikan support ke anak.
4. Orangtua juga harus berubah demi anak, terutama bila DISTRESS tersebut disebabkan oleh perilaku orangtua.
5. Penting untuk diketahui bahwa komunikasi efektif antara orangtua dan anak hanya terjadi sampai anak berumur 12 tahun, karena setelah anak memasuki masa puber mereka lebih memilih curhat dengan teman dekatnya dibandingkan dengan orangtuanya. Orangtua perlu belajar agar anak betah bersama orangtua.

PUSTAKA : Buletin Ramsay Health Care, Nara Sumber : dra. Josephine Ratna, PG DipSC, MPsych

 
January 27th, 2009

Oleh : Tri Lestari

Seperti yang telah disinggung pada artikel sebelumnya bahwa demam pada anak tidak selalu berarti anak sedang terserang penyakit tertentu namun demam tersebut merupakan reaksi anak untuk melawan infeksi dalam tubuhnya. Walaupun demikian demam yang terjadi pada anak anda tetap harus diwaspadai.
kapan demam tersebut harus diwaspadai ? silahkan anda baca lebih lanjut artikel ini.

Kapan kita tidak perlu memberikan pengobatan jika anak demam ?
Terkadang anak yang demam tidak memerlukan pengobatan tetapi hal tersebut berlaku untuk anak yang sehat, namun jika demam mencapai suhu tertentu anak dapat diberikan pengobatan (obat untuk menurunkan suhu badan). Pengobatan juga tidak diperlukan dengan melihat perilaku anak, apabila anak masih senang bermain, masih mau makan dan minum, masih mau tersenyum, juga masih memiliki warna kulit yang normal.
Terkadang anak yang mengalami demam juga mengalami penurunan nafsu makan, namun hal tersebut tidak terlalu perlu dikhawatirkan selama anak anda masih minum dan BAK-nya normal.

Kapan kita perlu memberikan pengobatan jika anak demam ?
Pemberian obat penurun suhu badan dapat dilakukan jika suhu badan anak anda di atas normal.

Berapa suhu badan yang dianggap melewati batas normal dan apa yang harus dilakukan ?
Suhu badan yang dianggap melewati batas normal berbeda, tergantung umur dari anak anda.
• Anak yang berumur kurang dari 3 bulan : bila suhu badannya mencapai 38° C atau lebih maka dianggap melewati batas normal
• Anak yang berumur antara 3 bulan – 3 tahun : bila suhu badannya mencapai 39° C atau lebih maka dianggap melewati batas normal.
Apabila suhu badan anak anda melewati batas normal maka segeralah ke dokter terutama untuk anak yang berumur kurang dari 3 bulan karena demam tersebut dapat berarti anak sedang mengalami infeksi yang serius.
Namun untuk anak yang berumur lebih dari 3 tahun anda dapat pergi ke dokter apabila anak anda mengalami perubahan perilaku seperti yang telah dijelaskan sebelumnya seperti tidak nafsu minum, BAK tidak normal, dll. Bila anak anda masih menunjukkan perilaku yang normal anda hanya perlu memberinya obat penurun suhu badan.

Obat penurun suhu badan apa yang baik untuk diberikan ?
Jika anak demam melebihi batas normal maka anda dapat memberikan obat yang mengandung “ACETAMINOPHEN atau IBUPROFEN” dengan dosis seperti yang tercantum pada label obat atau sesuai dengan anjuran dokter.

Bunda semua anak mengalami demam, namun dari kasus yang sering terjadi sangatlah penting untuk melihat perilaku anak jika mengalami demam dibandingkan dengan melihat angka yang ditunjukkan thermometer pada anda (pengecualian tentunya pada anak yang berumur kurang dari 3 bulan).

Sumber : http://kidshealth.org/parent/general/body/fever.html

 
January 11th, 2009

Oleh : Tri Lestari

Demam pada anak ? setiap orang tua pasti pernah mengalami hal yang sangat mengkhawatirkan ini. Tapi tahukah bunda bahwa demam pada anak tidak berarti anak anda sedang terserang suatu penyakit. Sehingga demam anak anda tidak harus selalu diberikan obat penurun panas.

Hal ini dialami sendiri oleh saya sewaktu membawa anak ke dokter di Rumah Sakit Surabaya Internasional. Menyimpulkan perkataan dari Dr. Sumaryono SpA. bahwa anak yang demam dengan suhu kurang dari 39° Celsius sebaiknya tidak diberikan obat penurun panas karena demam pada anak belum tentu merupakan tanda bahwa anak tersebut sedang terserang suatu penyakit karena demam itu sendiri bisa jadi pertanda bahwa tubuh anak sedang berjuang untuk melawan infeksi, yang berarti sebenarnya demam pada anak merupakan suatu hal yang positif bagi daya tahan tubuh anak. Hanya saja ibu-ibu biasanya tidak tega melihat anak yang demam karena anak menjadi rewel, tidak bisa tidur, tidak nyaman dan akhirnya ibunya jadi tidak bisa istirahat juga maka beliau menyarankan apabila suhunya mencapai 38.5° Celsius boleh diberikan obat penurun panas.

Setelah mendengar perkataan beliau maka saya mencoba untuk tidak selalu memberikan obat penurun panas setiap anak demam. Hasilnya memang terbukti pada saat anak demam saya tidak selalu memberikan obat panas dan hari selanjutnya anak saya justru bisa beraktivitas seperti biasa dan daya tahan tubuhnya semakin kuat, padahal sebelumnya sering sekali terserang flu. Terkadang demam anak memang mengkhawatirkan apabila terjadi lebih dari 1x. Kedua anak saya pernah mengalami demam setiap malam selama 3 hari berturut-turut hal ini sangat mengkhawatirkan karena ditakutkan itu adalah suatu gejala penyakit tertentu. Saya mencoba untuk tidak memberikan obat penurun panas jika suhu badannya kurang dari 38.5° Celsius. Akhirnya saya ke dokter lagi untuk berkonsultasi dengan dokter lain di Rumah Sakit yang sama yaitu Dr. Arya Tjahyadi SpA. dan beliau mengatakan bahwa anak saya tidak mengalami suatu gejala apapun, dan demam tersebut hanya demam biasa sebagai reaksi tubuh untuk melawan infeksi, dan ternyata Alhamdulillah anak saya sehat.

Hal ini diperkuat dengan artikel yang sengaja saya cari di internet yang di tulis oleh :

Larissa Hirsch, MD.


Artikelnya dapat anda lihat di : http://kidshealth.org/parent/general/body/fever.html

Hanya saja mungkin tidak memberikan obat penurun panas pada saat anak demam tidak semudah bila kita hanya berbicara, prakteknya jauh lebih sulit. Tidak mudah bagi seorang ibu melihat anaknya merasakan demam tinggi dan tidak melakukan apapun, belum lagi bila saat anak demam di rumah sedang ada orang tua, mertua atau saudara lain yang tidak mengerti akan hal ini mungkin ibu-ibu bisa dianggap sebagai orang tua yang tega melihat anaknya menderita.

Saya mencoba memberikan tips yang sebenarnya sederhana tapi mungkin berguna bagi ibu-ibu yang ingin mencoba membiarkan anak melawan infeksi dalam tubuhnya saat demam. Tips-tipsnya adalah sebagai berikut :

1. Saat anak demam jangan pernah meninggalkan anak anda pada orang yang bukan keluarga anda.

2. Siapkan thermometer dan obat penurun panas di samping anda karena anda sangat membutuhkannya.

3. Jaga anak anda, selalu pantau setiap kenaikan suhu badannya setiap 30 menit sekali atau setiap anda rasakan suhu badannya mulai meningkat.

4. Peluk anak anda karena mereka sangat membutuhkan dukungan dari anda untuk melawan infeksi di tubuhnya. Selalu mengatakan hal-hal yang memberikan semangat kepada anak anda.

5. Untuk beberapa jam suhu badan anak anda akan tetap meningkat terus, namun bila mencapai titik dimana anak sudah dapat melawan infeksi dalam tubuhnya maka suhu badan anak anda akan terus dengan sendirinya, perhatikan…… suhu badan anak anda akan turun terus menerus sampai mencapai titik normal. (suhu badan normal akan dibahas pada artikel berikutnya). Anda sudah bisa bernafas lega.

6. Apabila suhu badan mencapai 38.5° Celsius beri obat penurun panas, biarkan anak anda istirahat dengan tetap menunggunya sampai suhu badannya turun.

7. Berikan pengertian pada orang disekitar anda bahwa anda belum akan memberikan obat sampai suhu badannya mencapai 38.5° Celsius, dan itu anda lakukan bukan karena anda tega melihat anak demam justru anda berusaha agar anak anda tidak menjadi mudah sakit dikemudian hari.

Tahukah anda bahwa posisi buang air besar (BAB) duduk yang selama ini dianggap modern ternyata merupakan salah satu penyebab dari ambeien ?

Artikel ini dibuat dengan mengutip email dari seorang teman yang pernah mengalaminya sendiri dan merasakan kesembuhan dengan merubah posisi BAB dari duduk menjadi jongkok dan meminta agar pengalamannya ini disebarkan untuk bisa diambil manfaatnya.

Kejadiannya sebelum lebaran tahun 2008 lalu, ia memang sudah dideteksi mengidap ambeien sejak dua tahun lalu dan sebelum lebaran kemarin merupakan kali ke-3 kambuhnya penyakit ambeien tersebut dan kali ini kambuhnya lebih lama dari biasanya. Ambeien yang dideritanya adalah jenis ambeien external (luar) dan ia sudah mencoba untuk berobat ke dokter umum dan diberi obat oral, supositori dan salep.

Setelah tiga minggu menkonsumsi obat dari dokter tersebut dan berusaha memperbaiki pola hidup sehat dengan memperbanyak makanan yang berserat (pepaya, nenas, vegeta), klorofil, yakult, dan banyak minum air, juga mengurangi makanan pedas, stop angkat barbel di gym, tetap saja tidak pulih 100%, pengobatan alternatif seperti menelan bulat-bulat 10 cabe rawit setiap pagi (katanya ini saran sinshe, untuk menyerap panas dalam), dan juga yoga sudah dicoba. Namun masih saja belum bisa duduk dengan nyaman.

hemorrhoid

Lalu, tiba-tiba saja ia pernah mendengar bahwa posisi buang air besar (BAB) paling ideal adalah jongkok, bukan duduk. Kemudian ia berusaha mencari informasi mengenai ambeien melalui internet dan dari Wikipedia didapatkan bahwa pada tahun 1987 seorang dokter Israel pernah melakukan penelitian yang melibatkan 20 orang penderita ambeien dengan berbagai tingkat keparahan (internal/external, tingkat I sampai 3, berdarah dan tidak, dll.). Duapuluh orang ini oleh Dr Sikirov disuruh merubah kebiasaan BAB dari duduk menjadi jongkok. 18 orang merasakan kemajuan yang berarti (significant) setelah 2 minggu sampai 2 bulan mempraktekkan BAB jongkok! Yang 2 orang lagi tidak sembuh adalah karena 2 orang ini terlalu lama ‘dirusak’ oleh terapi ‘ligation’ (diikat alat karet)

Kemudian 18 orang tersebut terus dimonitor oleh Dr Sikirov dan hasilnya : 12 bulan kemudian, satu pun tidak ada yg kambuh. Begitu juga 30 bulan kemudian. Padahal di antara 18 orang ini ada yang sudah menderita sampai belasan tahun.

Kesimpulan Dr Sikirov:

Dr. Sikirov’s conclusion is that hemorrhoids result from continual aggravation and injury due to excessive straining in the sitting position. Straining is necessary to overcome the constriction in the rectum designed to maintain continence. When this ongoing insult to the body is removed by returning to the squatting position, the natural healing process can occur without hindrance.

Terjemahan bebasnya: adalah bahwa ambeien dapat kambuh sebagai akibat paksaan (mengejan) yang dilakukan setiap kali BAB dengan posisi duduk dan setelah posisi BAB kembali ke posisi jongkok, ambeien tersebut sembuh dengan sendirinya.

Akhirnya berdasarkan informasi tersebut ia mencoba untuk BAB jongkok. Setiap pagi ia ke kamar mandi pembantu yang merupakan satu-satunya toilet jongkok di rumahnya. Hari pertama BAB dengan posisi jongkok ia merasakan manfaatnya, namun masih belum percaya dan menganggap mungkin hanya sugesti saja bahwa posisi BAB jongkok tersebut yang menyebabkan ia dapat duduk dengan lebih nyaman pada saat bekerja di kantor waktu, namun ia tetap mencoba untuk mempraktekan posisi BAB jongkok tersebut. Dan hasilnya setelah 6 hari ia mempraktekannya ia sendiri sudah lupa bahwa ia pernah mengalami ambeien.

Penjelasan dari mengapa posisi BAB jongkok dapat menyebabkan ambeien dapat sembuh adalah bahwa pada saat jongkok tubuh tidak perlu mengejan untuk mengeluarkan kotoran, dan dengan jongkok juga kotoran dalam tubuh akan secara alami keluar dengan sendirinya dengan tanpa tersisa, dan tanpa usaha ekstra (mengejan) dan dengan posisi BAB jongkok yang memang sudah kodratnya tersebut maka ambeien akan hilang dengan sendirinya.

Untuk dapat menguatkan bukti mengenai penelitian dari Dr. Sikirov , mengenai bahwa penyakit ambeien dapat sembuh dengan BAB jongkok (squat) dan juga latar belakang sejarah dimulainya ’salah kaprah’ mengenai toilet duduk yang dianggap modern tetapi membawa membawa penderitaan itu dapat anda lihat di :

http://naturesplatform.com/health_benefits.html

Fakta lain membuktikan bahwa posisi BAB duduk juga merupakan penyebab dari penyakit-penyakit baru (seperti prostat, hernia, kanker usus, ambeien, usus buntu, konstipasi, dll) yang munculnya kebanyakan di negara-negara maju dan jarang sekali ditemukan di Negara berkembang (miskin) mulai mewabah 150 tahun yang lalu, bersamaan dengan mulai populernya toilet duduk pada pertengahan abad ke-19 dimana semua orang di Eropa menggunakan toilet jongkok, kecuali keluarga raja-raja dan keturunan ningrat, yang umumnya bertubuh gemuk. Akibatnya rakyat beranggapan toilet duduk itu lebih bergengsi daripada toilet jongkok meniru, tanpa menyadari bahaya dari toilet duduk ini.

Note :

Artikel ini ditujukan hanya untuk memberikan alternative pengobatan bagi mereka yang menderita penyakit seperti yang disebutkan di atas, bukan untuk membuat penderita tidak mempercayai pengobatan modern yang dilakukan oleh dokter karena riset yang dilakukan untuk pengobatan alternative tersebut juga dilakukan oleh seorang dokter yang notabene merupakan praktisi dari pengobatan modern.

Ditulis kembali oleh : Tri Lestari

 
December 12th, 2008

Hanya jadi ibu rumah tangga ? Sepertinya saat ini pekerjaan menjadi ibu rumah tangga hanya dikerjakan oleh ibu-ibu yang sudah malas berpikir, tidak bisa mendapatkan pekerjaan di perusahaan-perusahaan besar, ibu-ibu yang berpikiran kolot. Tapi apa iya sebenarnya seperti itu ?

Please deh bunds….

Pekerjaan menjadi ibu rumah tangga itu suatu pekerjaan yang mulia, tidak semua orang bisa menjadi ibu rumah tangga yang sabar menghadapi tingkat laku anak yang dilihatnya setiap hari, setiap jam, setiap menit, setiap detik. Coba, ibu-ibu yang bekerja dikantor, 3 hari saja di rumah hanya mengurus suami, anak-anak dan pekerjaan rumah, dijamin pasti mereka pusing tujuh keliling. Ada loh ibu-ibu yang rela kerja lembur tapi tidak dibayar pada hari sabtu karena tidak mau berlama-lama mengurus anak-anak yang luar biasa nakalnya.

Pekerjaan menjadi ibu rumah tangga akan bisa menghasilkan hal yang sama dengan yang dihasilkan oleh pekerja kantoran bahkan bisa lebih apabila dikerjakan dengan serius dan penuh kreatifitas.

Pekerjaan menjadi ibu rumah tangga akan menjadi menjenuhkan apabila para bunda hanya mengerjakan yang itu-itu saja setiap harinya tanpa ada variasi. Variasi dari kegiatan sehari-hari bisa menghilangkan kejenuhan, misalnya saja surfing di internet seperti saat ini, jangan menghilangkan kejenuhan dengan arisan lagi, arisan lagi. Arisan bukan untuk menghilangkan kejenuhan, tetapi arisan digunakan sebagai sarana para bunda untuk berkomunikasi, berbagi, dan membuka network.

Kalau mau kegiatan yang mengasah otak sambil menghasilkan juga banyak. Contohnya belajar jadi internet marketer, bunda bisa mengasah otak tapi kalau pelajaran dipraktekkan bisa menghasilkan uang (bahkan bisa melebihi penghasilan suami).

Atau kalau yang mau konvensional, ada nih pengalaman seorang ibu rumah tangga yang memiliki usaha kecil di rumah tanpa memiliki toko dengan berjualan pakaian muslim tapi memiliki penghasilan melebihi suaminya yang bekerja di perusahaan swasta, sampai-sampai ia tidak dapat memenuhi permintaan pelanggan dengan modal yang dimilikinya saat itu dan meminta bantuan seorang teman untuk menjadi partner usaha (ini benar terjadi, tetapi sayang sebelum terlaksana si ibu terlanjur meninggal karena penyakit kanker).

Kalau ini pengalaman saya sendiri, karena suami di pindah ke daerah saya meneruskan kuliah S2 karena saat saya meneruskan kuliah saya berharap pada saat pindah ke Jakarta saya memiliki added value untuk dapat bekerja lagi di perusahaan besar atau menjadi dosen. Seiring dengan berjalannya waktu di cawu III ada dosen tamu yang bertanya pada saya “kenapa sudah punya anak, sedang hamil (masuk kuliah cawu II saya hamil, kuliah selesai 2 hari lagi saya melahirkan, berat hamil sambil kuliah S2) masih mau kuliah ?” saya bilang “supaya punya added value dan bisa kerja lagi”. Dosen tamu tersebut bilang “suami kan sudah kerja, usaha saja karena istri saya juga dulu kuliah S2 tapi tidak untuk bekerja, ilmunya dipakai untuk usaha sendiri”. Saya berfikir benar juga ya, apalagi saya sempat stress menghadapi pembantu yang keluar-masuk, menghabiskan biaya yang tidak sedikit untuk mendapatkan pembantu. Jangan lupa juga bunds, anak titipan Allah, jangan main-main menjaganya ya.

Yap, benar akhirnya saya memutuskan bekerja di rumah. Bagaimana bekerjanya ? saya jual jilbab dan mukena lewat internet, hasilnya lumayan banget saya enggak perlu nawarin door to door (ini terjadi menjelang puasa). Sampai akhirnya saya menemukan produsen mukena yang saya jual, jadilah sekarang saya jadi agen utama mukena (ini terjadi setelah lebaran, cepat kan ?), hasilnya lumayan banget. Cuma terima sms di rumah (bisa sambil suapin anak makan dan nyusuin anak. Saya masih menyusui loh), uang di transfer, barang saya kirim. Kenapa saya bisa secepat itu, karena saya benar-benar memanfaatkan ilmu yang saya dapat waktu kuliah S2 walaupun saya tidak bisa jualan door to door, tetapi saya menerapkan strategi-strategi yang saya pelajari di kuliah. Jadi siapa bilang teori selalu berbeda dengan praktek, teori itu kan berasal dari hasil penelitian yang menjadi praktek sehari-hari.

Iya kan, benar kan, iya dong……….

Masih banyak cara untuk menjadi ibu rumah tangga sambil berpenghasilan, yang penting kan aktualisasi diri. Iya toh ?